cerpen, sastra, Tak Berkategori

Kyai Sepuh

Kyai Sepuh ilustrasi Budiono - Jawa Posw.jpg

KYAI Sepuh bukan dukun, bukan tukang ramal, bukan pula tukang tenung. Kyai Sepuh hanyalah seorang pemain teater. Tepatnya bekas pemain teater yang mengalihkan kemampuannya berseni peran dari panggung ke dalam kehidupan sehari-hari.

Dari caranya bersikap, memainkan mimik muka maupun bahasa tubuhnya, dia berhasil memberi kesan bahwa dirinya betul-betul seorang manusia bijak. Terbukti dengan begitu banyak orang yang percaya kepadanya, tanpa kesadaran bahwa yang dipercayainya adalah suatu peran yang dimainkan.

Demikianlah berlangsung dari hari ke hari. Dan setelah bertahun-tahun, Kyai Sepuh akhirnya berhasil mengelabui dirinya sendiri. Betapa dia memang sebenarnyalah sungguh bijaksana, pandai, cerdas, dan berpengetahuan. Dia sungguh-sungguh mengira, dengan kepekaan yang dirasa-rasakannya saja, dapatlah dia menunjukkan kebenaran yang dicari semua orang. Apalagi sambutan orang-orang di sekitarnya pun serba membenarkannya.

Baca juga: Setan Banteng – Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Koran Tempo, 22-23 Desember 2018)

Hanya saja Kyai Sepuh sudah mulai sakit-sakitan dan pelupa. Namun tiada seorang pun yang percaya. Kyai Sepuh sendiri memang tidak pernah memeriksakan sakitnya ke dokter. Karena ia berpikir jika dirinya berobat ke dokter dan darahnya diperiksa oleh laboratorium kesehatan, orang-orang tidak akan percaya lagi kepadanya.

“Masa orang pinter ke dokter,” itulah tanggapan yang dihindarinya.

Begitulah, semakin banyak saja orang yang datang minta petunjuk. Begitu banyak sehingga sudah tidak mungkin lagi dilayani satu per satu. Kerumunan di rumahnya begitu besar yang jika diurutkan dalam antrean akan menjadi terlalu panjang, yang dalam waktu 24 jam pun tidak akan berkurang karena orang-orang yang terus mengalir berdatangan.

Maka Kyai Sepuh memutuskan, penyelesaian masalah tidak akan dilakukan bagi setiap orang satu per satu, tapi secara borongan. Satu petunjuk untuk semua orang dengan penafsiran masing-masing.

***

Hari itu Kyai Sepuh bersila di tempatnya yang biasa. Sebuah kotak persegi panjang yang dalam dunia teater disebut “level”. Cukup sebuah level yang dialasi tikar pandan murahan, maka dia pun sudah lebih tinggi dari orang-orang yang berkumpul di ruangan itu. Kedudukan lebih tinggi itu baginya perlu, karena akan memberi kesan lebih tinggi dari segalanya, di ruangan itu maupun dunia di luarnya.

Dalam dunia teater, panggung adalah pusat dunia, dan ruangan itu adalah panggungnya. Kelompok teater yang didirikannya sudah lama bubar dan orang-orang sudah melupakannya. Khalayak kini mengenalnya sebagai orang pinter yang bisa menjawab semua pertanyaan tentang segala hal dengan baik dan benar, tepat dan jitu, asal mampu menafsirkan petunjuknya

Segala sesuatu yang terbukti menunjukkan kepintaran Kyai Sepuh. Segala sesuatu yang tidak terbukti menunjukkan kebodohan penafsirnya. Begitulah hukum yang berlaku di dunia Kyai Sepuh.

Dari masa lalunya hanya tersisa level itu. Dia hanya butuh satu. Lebih dari cukup untuk meninggikan dirinya dari siapa pun yang masuk ke rumahnya, panggungnya di dunia nyata—dan hari itu dia sedang berada di sana, bersila, memejamkan mata dengan kepala tertunduk dan tubuh membungkuk, tidak terlalu jelas apakah sedang tafakur atau mengantuk.

Dia sendiri kurang mengerti mengapa semakin tua dan semakin memutih jenggotnya dia begitu mudah terkantuk-kantuk. Namun lebih penting baginya bahwa semakin tua dirinya semakin dihormati, meski juga tidak terlalu jelas baginya apakah dia dihormati karena memang dianggap bijak ataukah sekadar karena tua.

Angin pagi masuk lewat jendela yang satu dan keluar lagi lewat jendela yang lain, membuat udara semakin sejuk, meski dinding kayu itu mulai memantulkan cahaya keemasan matahari. Mereka telah menunggu sejak pagi buta ketika Kyai Sepuh belum bangun. Setelah mandi dan sarapan Kyai Sepuh muncul, mengulurkan tangan untuk diletakkan di dahi tamu-tamunya, lantas duduk bersila di tikar itu.

Sampai lama sekali orang-orang menunggu. Di luar semakin banyak orang berdatangan dan tidak bisa masuk ke dalam sebelum orang-orang yang di dalam keluar. Beredar kabar Kyai Sepuh belum mengatakan apa pun sejak tadi.

“Kyai tidak selalu mengatakan sesuatu,” kata seseorang.

“Barangkali Kyai memang tidak akan mengatakan apa pun,” kata yang lain.

“Kyai memang tidak perlu mengatakan apa pun,” kata yang lain lagi.

“Kyai akan memberikan tanda-tanda.”

Seperti mendapat jalan keluar, semua orang menunggu. Jika tidak mengatakan sesuatu, Kyai Sepuh semestinya memberikan penanda, sebagaimana telah ditafsirkan selama ini oleh para pencari petunjuk. Sedangkan jika mengatakan sesuatu, kata-kata Kyai Sepuh tidak akan menunjuk langsung, jadi seperti penanda-penanda juga.

Akibatnya, selain merujuk Kyai Sepuh, para pencari petunjuk harus memanfaatkan jasa para juru tafsir di sekitarnya. Tidak terlalu jelas bagaimana mereka bisa muncul dan menjadi bagian dari keberadaan Kyai Sepuh, yang jelas kadang-kadang ongkos balas jasa bagi juru tafsir ini jauh lebih besar daripada balas jasa sukarela kepada Kyai Sepuh. Berapa? Jika Kyai Sepuh tidak pernah mengucapkan apa pun soal balas jasa, para juru tafsir ini selalu mengatakan, “Tahu sendiri.” Supaya tidak melakukan kekeliruan, orang-orang yang membutuhkan petunjuk Kyai Sepuh ini pun akan memberikan imbalan lebih dari pantas, yang kadang-kadang diterima dengan menggerutu.

“Kalian ini katanya membutuhkan pertolongan, dan petunjuk Kyai akan menyelesaikan masalah kalian, kenapa begitu malas memberikan imbalan? Jangan mau enaknya sendiri dong …”

Kyai Sepuh mendadak terbatuk-batuk. Ada yang mengira beliau sakit, tetapi para juru tafsir pendapatnya berbeda.

“Siap! Siap!”

“Rekam! Rekam!”

Ratusan orang mengeluarkan telepon genggamnya. Terekamlah bagaimana Kyai Sepuh terbatuk-batuk tanpa ada yang menolongnya. Sampai Kyai Sepuh sendiri terpaksa berpantomim menirukan orang minum, barulah seseorang datang membawakan air mineral.

Setelah minum, Kyai Sepuh tampak lebih tenang meski dadanya masih naik turun. Namun orang-orang sudah mendekati para juru tafsir yang segera membahas penanda berwujud batuk tersebut.

“Coba, berapa kali Kyai batuk?” kata seorang juru tafsir.

Rekaman pun diulang untuk menghitungnya.

“Empat puluh kali.”

“Tiga puluh sembilan.”

“Saya hitung kok empat puluh satu?”

“Huss! Kok lain-lain? Mesti yang bener! Lain hitungan lain lagi maknanya!” Seorang juru tafsir memberi komando.

Baca juga: Makplaaas, Tiba-Tiba Lupa – Cerpen Edi A.H. Iyubenu (Jawa Pos, 11 November 2018)

Untuk mencapai kesamaan hitungan di antara ratusan orang ternyata tidak gampang. Lama kemudian baru disepakati, Kyai Sepuh batuk 45 kali.

“Huh, jauh banget. Coba langsung ditancap saja maknanya tadi, kan salah semua?”

Nah, jadi apakah maknanya batuk Kyai yang 45 kali?

Seorang juru tafsir berkata, “Karena artinya untuk setiap orang dan setiap persoalan lain-lain, setiap orang mendapat bisikan yang harus dirahasiakan. Jangan pernah membuka rahasia ini karena tuahnya akan langsung hilang.”

Setiap juru tafsir menyampaikan hal yang kurang lebih sama kepada orang-orang yang mengerumuninya. Namun ternyata Kyai Sepuh batuk-batuk lagi, dan meskipun begitu rupa parah batuknya, sampai Kyai jatuh tengkurap dan tercekik-cekik, orang-orang lebih cenderung menganggapnya sebagai rentetan penanda belaka.

“Rekam! Rekam! Rekam!”

“Jangan lolos satu gerakan pun!”

Memang benar seseorang memberikan botol air mineral sambil mengurut-urut punggungnya, tetapi batuknya tidak pernah berhenti lagi, sampai mata Kyai mendelik dan lidahnya terjulur, ketika batuknya menyatu tanpa jarak lagi sebagai ketercekikan yang panjang.

Suara aneh terdengar dari tenggorokannya, seperti hembusan napas yang keras, sepintas lalu bagaikan dengkur orang tidur.

Lantas Kyai Sepuh tidak bergerak lagi.

“Dapet semua?” Seorang juru tafsir bertanya.

“Alhamdullillah … dapet!”

Bertahun-tahun kemudian orang masih datang ke makam Kyai Sepuh untuk mencari petunjuk dan mendapatkan penanda-penanda. Segenap penanda yang berasal dari peristiwa kematiannya disebut-sebut telah mengatasi sebagian besar masalah, jika bukan seluruhnya, berkat pemecahan maknanya oleh para juru tafsir. Kehidupan dan kematian –adakah makna yang bisa lebih besar dari itu?

Sampai sekarang orang masih berdatangan mendaki bukit, menuju makam Kyai Sepuh yang terletak di bawah pohon dan sengaja dipisahkan dari makam-makam lainnya. Orang-orang bermalam di sekitarnya, membakar kemenyan atau hio, lantas menyerahkan diri kepada alam.

Menurut pengakuan orang-orang yang merasa mendapat petunjuk, penanda-penanda dari Kyai Sepuh mereka dapatkan dari bintang-bintang di langit, angin yang berdesir, atau gugur daun yang diterbangkan angin itu. Adakah kiranya yang bisa lebih kaya dari alam semesta sebagai sumber penafsiran segala makna?

Seorang juru kunci telah hadir di makam itu. Beliau dapat membantu pemecahan makna segala penanda, dan sungguh telah mendapatkan banyak uang.

Ada juga yang bercerita bahwa Kyai Sepuh muncul dalam mimpinya dan betapa ia menjadi sangat bahagia.

Betapapun telah disebutkan tadi, Kyai Sepuh bukanlah dukun, bukan tukang ramal, bukan pula tukang tenung. Kyai Sepuh hanyalah seorang pemain teater sahaja—tentang ini sudah tidak banyak orang yang mengetahuinya. (*)

sumber

esai, sastra, Tak Berkategori

SEBAGAI PARTAI ANAK MUDA, HARUSNYA PSI JANGAN KESERINGAN NEGATIVE CAMPAIGN

Membiarkan negative campaign ala PSI berkeliaran, kayak Piala Kebohongan PSI untuk kubu Prabowo—sungguh, itu bukan tugas anak muda, Kisanak.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bikin gebrakan lagi. Setelah bikin agenda kontroversial penghapusan Perda Syariah, kebijakan anti-poligami, dan penganugerahan Piala Kebohongan pada Prabowo, Sandi, dan Andi Arief tempo lalu.

Beberapa waktu lalu Ketua Umum PSI, Grace Natalie mengatakan punya agenda baru untuk kalangan anak muda, yaitu memasukkan profesi Youtuber, Influencer, dan Gamer dalam kolom profesi KTP.

Pidato itu disampaikan Grace dalam Festival 11 di Kota Bandung. Tak hanya bicara soal profesi baru—sebelum itu—Grace juga melayangkan kembali negative campaign tentang hoaks-hoaks Prabowo-Sandi, Capres-Cawapres urut 02, lalu dukungan terhadap Ahok. Tentu dengan kobaran semangat ala anak muda.

“Bro and sist,” ujar Grace, “PSI akan mendorong profesi-profesi baru seperti Youtuber, Influencer, Gamer, dan lain-lain, supaya profesi-profesi baru ini bisa dicantumkam dalam kolom pekerjaan di KTP.”

Saya tidak heran dengan kebijakan “anak muda” ini.  PSI mah memang begitu. Bukan saja karena Grace Natalie lebih cantik dan lebih populer ketimbang Surya Paloh dan Hary Tanoe, PSI memang menarik karena umpannya yang selalu menyasar kaum muda. Dan anak muda memang diprediksi jadi pemilih mayoritas dalam Pemilu nanti.

Unicorn baru dalam perpolitikan Indonesia versi Pak Jokowi ini, memang pakai standar ideal anak muda dalam usulan kebijakannya. Seperti dibangunnya citra PSI sebagai partai yang bakal konsisten memerangi korupsi. Dan karena partai baru, hal itu jadi jualan utama PSI dalam percaturan politik Tanah Air.

Sebagai partai baru dengan ide-ide segar, istilah milenial kemudian diidentikkan dengan PSI. Sebab ketika kata itu muncul, dalam pikiran kita berseliweran bayangan sosok Tsamara Amany, kader muda-cantik-cerdas. Apalagi ketika Tsamara bicara antipoligami, waduh, ramailah publik.

Sementara banyak anak muda progresif (kebanyakan gadis-gadis) seakan mendapat perwakilan suara, lalu jingkrak-jingkrak menyuarakan “stop poligami”.

Nah, sebagai sebagai unicorn dalam partai politik universe, PSI membawa proyek-proyek kekinian. Apa-apa harus anak muda, perspektif kebijakannya pun anak muda. Poinnya dari anak muda untuk kemajuan bangsa.

Hal yang seperti memberi sekat bahwa formula politik sekarang sudah kelewat usang karena keseringan pakai model-model kebijakan zaman old. Progresif dan menentang—seolah-olah—semua pola pikir konservatif.

Masalahnya jadi njelimet ketika anak muda itu merambah pada sesuatu yang kurang elok: negative campaign.

Memang, sih, tidak seperti black campaign, negative campaign masih sah-sah saja. Boleh. Juga tak bermasalah secara hukum. Tapi, kan, katanya anak muda. Masa anak muda lebih suka mencecar kekurangan lawan ketimbang menaikkan grade diri. Memangnya untuk menaikkan grade ala anak muda harus sambil menunjukkan kekurangan lawan dulu sih?

Hal yang malah bikin saya curiga, apa jangan-jangan negative campaign PSI yang agresif itu merupakan wujud ketidakmampuan menaikkan grade lagi ya?

Dengan agenda program yang berkualitas, misalnya. Toh, kita semua tahu, agenda-agenda PSI, meskipun banyak, semua periferal bahkan cenderung remeh temeh. Belum menyasar ke hal-hal yang substantif. Kolom pekerjaan di KTP akan diisi Gamer atau Youtuber misalnya. Ya itu keren juga sih, tapi kan itu belum penting-penting amat untuk diperjuangkan.

Masalahnya, ketidakmampuan mencari tawaran kebijakan yang lebih penting kemudian ditutupi PSI dengan menjatuhkan lawan politiknya. Ya itu mah intrik politik yang sudah lumrah. Bahkan hal itu cenderung cara konservatif yang sudah dilakukan politisi dari zaman old. Cuma gimik-gimiknya aja yang beda.

Kalau pakai cara-cara old juga untuk menaikkan eletabilitas, ya nggak perlu anak muda lah untuk melakukan itu. Politisi lawasan juga sama canggihnya, Bro and Sist.

Meski begitu, bukan berarti saya mau membela Prabowo-Sandi. Toh saya juga bukan timses mereka. Saya hanya fokus pada jargon PSI sebagai partainya anak muda, dan apa yang harusnya dilakukan oleh anak muda itu sendiri.

Saya juga nggak mengritik PSI atas nama ia sebagai partai pendukung Jokowi-Ma’ruf. Tetapi membiarkan negative campaign berkeliaran—sungguh, itu bukan tugas anak muda.

Betul memang, semangat anak muda itu wajib—terutama untuk menjaring suara pemilih. Reformasi ’98 saja juga dilakukan generasi anak muda loh—pada zamannya tentu. Tetapi agenda saat itu benar-benar progresif, seperti kebebasan mengritik dan kebebasan berpendapat.

Namun kalau sudah sampai berencana menghapus identitas agama dalam KTP sampai kebijakan anti-poligami, ya jangan salah kalau kemudian PSI mendapat serangan dari sana-sini. Jiwa muda sih boleh-boleh saja, tapi ya bijak lah dikit.

Soalnya ide-ide progresif tetap membutuhkan ide-ide konservatif. Keduanya nggak bisa berdiri sendiri-sendiri. Baiknya sih kedua kutub ini (kaum progresif dan konservatif) saling mengerti satu sama lain. Bukannya sama-sama mau menang sendiri.

Kalau kata Bang Haji Rhoma Irama, “masa muda, masa yang berapi-api. Yang maunya menang sendiri, walau salah nggak peduli…”

Lha kalau anak mudanya saja suka merasa menang sendiri begitu—dengan meledek senior-senior mereka—lalu bedanya PSI dengan partai-partai politik yang udah senior apa? Masa yang beda cuma gimiknya doang? Pakai piala sampai plakat segala lagi. Caranya aja yang anak muda, esensinya sih ya orang tua.

Ayolah, PSI, jangan politisir kata “anak muda”. Apalagi menciptakan citra bahwa anak muda belakangan ini juga lebih doyan sama negative campaign.

Elektabilitas bertambah, seyogianya didapat dengan kebijakan-kebijakan berkualitas, bukan cuma berhenti menghancurkan lawan politik sekuat-kuatnya. Jika, misalnya, berbicara secara politik sebagai pendukung petahana, ya sudah ngaku aja. Nggak usah bawa-bawa atas nama kesejahteraan umum dong.

Kalau memang betul-betul mengatasnamakan jiwa anak muda yang anti hoaks, intoleransi, dan korupsi, mestinya kubu petahana juga dikritik. Sebab justru merekalah yang memegang tampuk kekuasaan. PSI sebagai partai baru seharusnya memberi tawaran, apa saja yang kurang dari pemerintahan sekarang lalu kasih tawaran ke pemilih.

Ya meski kita juga tahu, hal itu agak nggak mungkin. Kan satu koalisi ya kan?

Berbicara boleh berapi-api, tapi gimik juga seharusnya lebih sopan, biar bisa “ngajarin” para politisi senior juga, bahwa anak muda itu nggak perlu selalu urakan, tapi bisa elegan juga.

Bro and Sist juga harus tahu, bahwa patokan jiwa muda itu bukan cuma perkara umur atau ide saja, tapi juga bagaimana cara menjelaskan ide tersebut. Jika yang dilakukan penyampainnya dengan negative campaign, masyarakat bakal lebih ingat kekurangan lawan ketimbang kekuatan PSI sendiri.

Oke deh, PSI mungkin nggak peduli karena menyasar orang-orang yang sepemikiran, tapi iya kalau orang risih sama cara ledekan politik ala PSI lalu malah milih PDI atau Golkar gimana?

Ya satu koalisi sih, tapi kan Pemilu urusannya bukan cuma Pilpres doang, tapi juga Pileg. Banyak-banyakan kader partai yang bisa masuk ke Senayan.

Ya bakal percuma dong kalau Jokowi akhirnya jadi Presiden, tapi kader PSI yang masuk parlemen cuma beberapa orang? Wah, berat diongkir dong, Sist.

sumber

olahraga, sepakbola, Tak Berkategori

Empat Besar Makin Sulit untuk Arsenal

Empat Besar Makin Sulit untuk Arsenal

London – Arsenal sedang menurun performanya dalam sebulan terakhir ini. Sebagai konsekuensinya, posisi The Gunners perlahan menjauh dari empat besar.

Arsenal sebenarnya sempat tak terkalahkan di seluruh kompetisi selama kurang lebih 3,5 bulan sejak dikalahkan Manchester City dan Chelsea di awal musim. Namun, usai dikalahkan Southampton dengan skor 2-3 pada pertengahan Desember, performa tim London Utara itu melorot drastis.

Dalam lima partai terakhirnya di Premier League, Arsenal cuma menang dua kali atas Burnley dan Fulham serta diimbangi Brighton. Sisanya dua kekalahan didapat dari Liverpool dan terakhir West Ham United weekend kemarin dengan skor 0-1.

Arsenal yang tadinya bersaing ketat dengan Chelsea menuju empat besar kini malah tertahan di urutan kelima dengan 41 poin. Selisin poin mereka dengan Chelsea mencapai enam angka dan juga kalah selisih gol +7.

Tak cuma ditinggal Chelsea, Arsenal kini malah disamai oleh Manchester United yang saat memecat Jose Mourinho masih tertinggal delapan poin. Di bawah Ole Gunnar Solskjaer, MU merangkai lima kemenangan beruntun di liga untuk mencapai nilai 41.

Persaingan makin ketat dan Arsenal justru mulai kehabisan gas di saat memasuki masa krusial Januari hingga April. Apalagi performa MU kini makin membaik sementara Chelsea terlihat stabil.

“Tentu saja empat besar lebih sulit untuk kami saat ini. Saya rasa yang terpenting untuk kami adalah mengembalikan kepercayaan diri para pemain dan lebih kompetitif. Kami butuh tampil konsisten sepanjang 38 laga,” ujar Emery seperti dikutip FourFourTwo.

“Memang untuk saat ini tidak cukup. Itu hasil yang buruk. Jika kami bisa mengalahkan Chelsea hari Sabtu nanti, maka jaraknya menjadi tiga poin,” sambungnya.

“Ini kesempatan besar untuk kami bisa sedekat mungkin dengan mereka. Hasil ini (kekalahan dari West Ham United) membuat makin sulit,” demikian Emery.

sumber

basket, olahraga, Tak Berkategori

Hasil NBA: Cavs Menang di Kandang Lakers

LA Lakers ditumbangkan Cleveland Cavaliers (Kelvin Kuo-USA TODAY Sports)

Los Angeles – Cleveland Cavaliers mencuri kemenangan di kandang Los Angeles Lakers. Hasil ini memutus rangkaian sembilan kekalahan beruntun Cavs.

Pada gim NBA 2018/2019 yang dihelat di Staple Center, Senin (14/1/2019), Lakers yang masih tampil tanpa LeBron James kesulitan mengimbangi Cavs sedari kuarter pertama. Padahal, Cavs adalah tim dengan rekor terburuk musim ini dan jadi satu-satunya tim yang belum capai dua digit kemenangan.

Cavs unggul 32-24 pada kuarter pertama namun Lakers berhasil menahan perolehan poin tim tamu cuma 19 di kuarter kedua. Tapi, Lakers tetap tertinggal 46-51.

Masuk di kuarter ketiga, Cavs menggila dengan torehan 24 poin berbanding 19 poin milik Lakers. Lakers coba bangkit di kuarter keempat untuk mengejar ketertinggalannya, tapi buruknya akurasi tembakan tiga angka menyulitkan mereka. Lakers hanya memasukkan dua dari 12 percobaan three point di kuarter ketiga.

Di kuarter keempat, Cavs tak tertahankan untuk menang dengan 101-95. Bagi Cavs, ini adalah kemenangan pertama setelah selalu kalah di sembilan gim sebelumnya dan juga jadi kemenangan kesembilan musim ini.

Cavs masih jadi tim dengan rekor terburuk musim ini yakni 9-35. Tampil sebagai top performer adalah Alec Burks dengan torehan double-double, 17 poin, 13 rebound, dan empat assist. Dia ditopang Cedi Osman (20 poin) dan Rodney Hood (18 poin).

Dari kubu Lakers ada Kyle Kuzma dengan 29 poin, sembilan rebound, dan empat assist. Dia ditopang Brandon Ingram dengan 22 poin. Performa Lakers tanpa James yang absen di sembilan gim terakhir karena cedera pangkal paha masih angin-anginan. Mereka kini tertahan di posisi kedelapan Wilayah Barat dengan rekor 23-21.

Sementara Toronto Raptors masih mempertahankan statusnya sebagai tim terbaik musim ini dengan rekor 33-12 usai mengukir kemenangan kelima beruntun. Raptors menang 140-138 atas Washington Wizards.

Hasil gim lainnya

Philadelphia 108 NEW YORK 105
Toronto 140 WASHINGTON 138 (OT)
Milwaukee 133 ATLANTA 114
ORLANDO 116 Houston 109
DENVER 116 Portland 113

sumber

berita, politik, Tak Berkategori

BPN Prabowo Imbau Pendukung Minta Maaf Catut Lagu ‘Jogja Istimewa’

BPN Prabowo Imbau Pendukung Minta Maaf Catut Lagu Jogja Istimewa

Jakarta – Rapper Marzuki Mohamad alias Kill The DJprotes lirik lagu ‘Jogja Istimewa’ dipakai untuk dukungan kepada capres Prabowo Subianto. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengimbau pendukungnya meminta maaf pada Kill The DJ.

“Saya sarankan kepada teman-teman emak-emak di Jogja tinggal minta maaf dan tidak lagi mempergunakan lagu itu karena pemilik lagu asli sudah protes dan menyatakan mendukung pasangan 01 (Jokowi-Ma’ruf Amin, red). Ya sudah, cari lagu baru,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, Selasa (15/1/2019).

Lirik lagu Jogja Istimewa diubah oleh para pendukung Prabowo menjadi:

Jogja Jogja Jogja Istimewa
Prabowo Sandi Pilihan Kita
Jogja Jogja Jogja Istimewa
Adil dan Makmur Tujuan Kita

Dalam video yang beredar, tampak ibu-ibu menyanyikan lagu dukungan untuk Prabowo. Sedangkan penggalan lirik asli lagu tersebut adalah:

Jogja Jogja Tetap Istimewa
Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja Jogja Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia

Terkait fenomena di atas, Andre mengatakan karena semangatnya pendukung Prabowo. BPN meminta kepada pendukungnya untuk mencari lagu lain.

“Mungkin terlalu bersemangat, tetapi tidak melihat kondisi dulu, tidak melihat aturan dulu. Seperti di Solo, jadi yang kena protes kami (BPN Prabowo-Sandiaga). Itulah dinamikanya, begitu semangat relawan,” kata Andre.

sumber

berita, kriminal, Tak Berkategori

Pengadilan China Hukum Mati Pria Kanada Usai Putri Pendiri Huawei Ditahan

Pengadilan China Hukum Mati Pria Kanada Usai Putri Pendiri Huawei Ditahan

Beijing –

Vonis hukuman mati terhadap seorang pria Kanada atas tuduhan menyelundupkan narkotika ditengarai akan memperburuk hubungan diplomatik antara Cina dan Kanada.

Robert Lloyd Schellenberg semula divonis hukuman penjara selama 15 tahun pada 2018, namun melalui proses banding pengadilan memutuskan vonis tersebut terlalu ringan.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengecam vonis terhadap Schellenberg.

“Menjadi perhatian besar bagi kami sebagai pemerintah, demikian juga halnya dengan teman dan sekutu internasional kami, bahwa Cina memilih untuk menerapkan hukuman mati yang dalam kasus ini menimpa seorang warga Kanada,” sebut Trudeau.

Putusan ini dikeluarkan beberapa pekan setelah Kanada menahan Meng Wanzhou, putri pendiri perusahaan Huawei, atas permintaan Amerika Serikat.

Sejak Weng ditahan, Cina telah menahan dua warga Kanada lainnya atas tuduhan membahayakan keamanan nasional.

Huawei

Reuters

MengWanzhou adalah putri pendiriHuawei.Bagaimana kasusSchellenberg?

Schellenberg, yang diyakini berusia 36 tahun, ditahan pada 2014 atas tuduhan berencana menyelundupkan hampir 227 kilogram methamphetamine dari Cina ke Australia.

Dia divonis hukuman penjara selama 15 tahun pada November 2018. Namun, melalui proses banding, Pengadilan Tinggi di Kota Dalian, menjatuhinya hukuman mati, pada Senin (14/1).

Pengadilan juga memutuskan semua aset keuangannya harus disita.

“Saya bukan penyelundup narkotika. Saya datang ke Cina sebagai turis,” kata Schellenberg sesaat sebelum pembacaan vonis, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Kini dia punya 10 hari untuk banding.

“Yang bisa saya katakan saat ini adalah ketakutan terbesar kami menjadi nyata,” tulis bibi Schellenberg, Lauri Nelson-Jones, kepada BBC melalui email.

“Seluruh perhatian kami tertuju pada Robert saat ini. Tidak bisa dibayangkan apa yang dia rasakan dan pikirkan. Ini adalah situasi yang mengerikan, malang, dan menyedihkan. Kami menatikan berita mengenai banding dengan cemas,” tambah Lauri.

Cina membantah menggunakan perkara Schellenberg sebagai bahan negosiasi terkait kasus Huawei.

Namun, entah apa alasannya, Cina mendadak bekerja cepat mendorong kasus Schellenberg menjadi perhatian dunia dengan mengundang sejumlah wartawan asing ke pengadilanlangkah yang tidak lazim sebagaimana dilaporkan wartawan BBC di Beijing, John Sudworth.

Lalu, meski pemerintah Kanada berargumen bahwa Schellenberg tidak bersalah, persidangan bandingnya hanya berlangsung sehari dan vonis hukuman mati dikeluarkan satu jam setelah kesimpulan, sebut Sudworth.

Bagaimana denganMengWanzhou?

Meng ditahan di Vancouver pada 1 Desember, namun pengadilan membebaskan putri pendiri perusahaan Huawei itu dari tahanan dengan uang jaminan.

Hakim di pengadilan Vancouver menetapkan Meng dapat keluar dari penjara dengan membayar 10 juta dollar Kanada atau setara dengan Rp109,4 miliar.

Meski demikian, Meng kini harus mendekam di salah satu rumahnya di Vancouver, dalam pengawasan penuh selama 24 jam sehari. Dia pun wajib memakai gelang elektronik pada kakinya agar aparat dapat terus memantau keberadaannya.

Meng, yang menjabat direktur keuangan di perusahaan telekomunikasi terbesar Cina, juga harus menghadapi proses ekstradisi ke Amerika Serikat.

AS menuduh Meng menggunakan anak perusahaan Huawei bernama Skycom untuk menghindari sanksi terhadap Iran antara 2009 dan 2014.

Kejaksaan AS menyebut Meng secara publik mencantumkan Skycom sebagai perusahaan terpisah dari Huawei dan mengelabui bank-bank mengenai hubungan kedua perusahaan.

Meng membantah tuduhan tersebut dan akan melawannya melalui koridor hukum.

Kasus Weng mengemuka di tengah sengketa dagang antara AS dan Cina.

sumber

film, hiburan, Tak Berkategori

Aquaman menurut para kritikus

Aquaman mulai tayang di bioskop-bioskop di Indonesia sejak Rabu (12/12/2018). Film garapan sutradara James Wan ini merupakan bagian keenam dari DC Extended Universe (DCEU) yang diawali dari Man of Steel (2013).

Dari lima film DCEU sebelum Aquaman, hanya Wonder Woman (2017) yang dianggap bagus secara universal oleh para kritikus.

Merujuk pada situs pengepul ulasan Rotten Tomatoes, film perempuan superhero itu mendapat rating 93 persen. Sisa film DCEU lainnya dianggap “busuk” dengan nilai lebih rendah dari 60 persen. Bagaimana dengan Aquaman?

Untuk saat ini, tampaknya DC dan Warner Bros bisa bernapas lega. Aquaman mendapat rating 75 persen dengan nilai rata-rata 6,3 dari 10 poin. Dari 64 ulasan yang masuk sejak Kamis (13/12) dini hari WIB, hanya 16 yang menganggapnya jelek.

“Aquaman menyelam dengan arus menghibur, menghadirkan tontonan pahlawan super bernuansa CGI (computer generated image/pencitraan komputer) yang memberikan aksi energik dan menyenangkan,” tulis Rotten dalam konsensus kritiknya.

Aquaman (diperankan oleh Jason Momoa) sebenarnya sudah muncul sekilas dalam Batman v Superman: Dawn of Justice (2016). Ia bahkan sudah beraksi menyelamatkan dunia bersama Batman, Superman, Wonder Woman, dan Flash dalam Justice League (2018).

Namun, film Aquaman adalah kisah asal mula si manusia laut bernama asli Arthur Curry itu.

Aquaman bermula saat Ratu Atlanna (Nicole Kidman) terdampar di mercusuar yang dijaga Tom Curry (Temuera Morrison). Tom menyelamatkan perempuan itu, yang rupanya ratu kerajaan bawah laut Atlantis. Keduanya jatuh cinta dan lahirlah Arthur.

Setengah manusia darat, setengah laut; Arthur tak mau meneruskan tahta Atlantis setelah tahu sang ibu dikorbankan bangsanya sendiri karena punya anak haram dengan manusia darat.

Sampai suatu hari saudara tiri Arthur, Raja Orm (Patrick Wilson), ingin menjadi Ocean Master dan menyerang manusia darat, demi supremasi Atlantis di Planet Bumi. Melihat ambisi Orm, Putri Mera (Amber Heard) dan Vulko (Willem Dafoe) si penasehat kerajaan berusaha membujuk Arthur untuk menghadapi takdirnya dan meneruskan tahta kerajaan bawah laut.

Aquaman tidak sempurna, tapi secara keseluruhan merupakan film petualangan yang menghibur dan salah satu film terkuat dalam waralaba DCEU yang tidak konsisten,” puji Hugh Armitage dari Digital Spy.

Salah satu faktor pendukungnya adalah Momoa. Aktor kekar berotot itu dianggap cocok memerankan Aquaman yang punya moral tinggi tapi kadang konyol dan sembrono.

Dalam dua film DCEU sebelumnya, ia hanya mengucapkan satu-dua kata dan biasanya hanya gurauan. Demikian juga ketika Momoa memerankan Khal Drogo dalam serial Game of Thrones.

“Akhirnya, Aquaman memberi Momoa kesempatan untuk menantang diri sendiri. Di balik gurauan konyolnya, rupanya ada pahlawan rapuh yang pantas untuk dipuja,” tulis Armitage.

Matt Singer dari Screencrush setuju. Ia menganggap kekonyolan yang ditampilkan Momoa tetap diperlukan sebab film ini berisi hal-hal fantastis dan imajinatif seperti orang yang mengendarai kuda laut dan mampu berkomunikasi dengan ikan.

“Bahkan, Momoa mampu menjaga film ini tetap menghibur, ketika film ini berpacu dengan cepat tanpa henti dan melelahkan,” tulis Singer tentang film berdurasi 143 menit ini.

Sutradara ames Wan juga dapat pujian. Ia berhasil menampilkan porsi aksi konyol tapi menghibur seperti dilakukannya dalam The Conjuring (2013) itu dalam Furious 7 (2015).

Namun, bagian CGI untuk film ini dipertanyakan oleh Mara Reinstein dari US WeeklyAquaman sudah direncanakan untuk dibuat sejak 2004 tapi saat itu teknologi tak mampu menampilkan dunia bawah air sebagaimana mestinya. “Tapi tetap saja efek CGI oleh sutradara James Wan terlihat palsu,” cerca Reinstein.

Sang kritikus juga mencela akting Heard dan Wilson yang dianggap tak cocok memerankan Orm. Para penulis naskah juga disebut kesulitan menampilkan kisah cinta Arthur-Mera. Namun, Reinstein tetap memuji Aquaman.

“Inilah film pertama DC Comics yang menampilkan pahlawan supernya bersenang-senang. Batman, Superman, Suicide Squad, bahkan Wonder Woman yang tercinta saja bertingkah seperti orang yang kesal karena bangkrut, saat menyelamatkan dunia dari kiamat,” tulis Reinstein.

sumber

hiburan, traveling

Kisah pendaki Rinjani saat gempa di Lombok: “Saya melihat mayat, sekarang tak berani naik gunung”

"Untuk sekarang saya nggak berani naik gunung, tapi untuk ke depannya nggak tau, soalnya saya masih trauma," kata Krishna korban selamat, pendaki dari Bandung.

Sebagian korban selamat gempa di Gunung Rinjani, Lombok, NTB, masih mengalami trauma karena apa yang mereka alami dan saksikan.

Salah satunya adalah Krishna, pendaki dari Bandung yang baru diselamatkan hari Senin (30/07) setelah sebelumnya terjebak di sana.

“Saya melihat mayat sebelum perjalanan ke Segara Anak. Itu yang kepalanya pada hancur, yang kaya’ gitulah pokoknya. Itu ngeri pokoknya. Untuk sekarang saya tak berani naik gunung, tapi untuk ke depannya tak tahu, soalnya saya masih trauma.”

Krishna, yang saat gempa sedang berkemah di Rinjani, kemudian menceritakan pengalamannya saat menyelamatkan diri.

“Langsung masukan barang, yang kelihatan saja, masuk-masukan. Terus sudah itu, kita naik, tenda ditinggal. Naik ke atas, sudah pada panik semuanya itu, yang di atas juga.

“Lalu di atas lihat air danau itu surut. Kita stuck di situ, kita panik semuanya, soalnya jalur semuanya pada longsor. Ya sudah, kita tunggu di situ sampai tadi pagi,” katanya.

Korban selamat lain adalah Gita Dwipayasantri yang membawa anak perempuannya yang berumur empat tahun ke tempat penampungan darurat di Sembalun, salah satu kecamatan di kabupaten Lombok Timur, yang berada di bawah kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani

“Anak saya langsung kaget. Sampai sekarang dia muntah-muntah, terus panas-panas. Dia shock makanya dibawa ke sini. Dia lihat runtuhan bangunan, rumah yang jatuh. Sebenarnya saya juga trauma, langsung pusing-pusing mau muntah. Tapi saya ingat anak saya, saya harus kuat,” demikian Gita bertekad.

Nathakan Sukum, seorang pendaki asal Thailand mengaku sangat takut ketika gempa terjadi.

“Mengerikan sekali karena batu-batu berjatuhan dari gunung. Pemandu kami berteriak, ‘Pergi! Lari! Terus berlari!’ Ada yang tidak bisa bergerak, mereka hanya menangis.,” paparnya kepada wartawan BBC News Indonesia, Rebecca Henschke, yang melaporkan dari Lombok.

Keadaan sekitar Gunung Rinjani masih tidak stabil sehingga menghambat usaha penyelamatan para pendaki korban gempa Lombok berkekuatan berkekuatan 6,4 pada skala Richter pada hari Minggu (29/07).

“Untuk usaha evakuasinya, hari ini kita cancel (batalkan) dan kita akan standby di Pelawangan Sembalun karena lihat kondisi trek yang banyak longsor. Kita tidak berani turun menuju TKP (tempat kejadian),” kata Kuswandi Harun, seorang pemandu wisata pendakian gunung yang menjadi bagian dari tim penyelamatan.

Ia kini berada di Plawangan Sembalun yang terletak di ketinggian 2.645 meter di atas permukaan laut.

Sampai Senin siang (30/07), di daerah tersebut terlihat banyak longsoran di tebing-tebing, batu dan pasir yang terus berjatuhan, barang-barang yang ditinggal seperti tenda-tenda porter, makanan, kursi dan meja.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat juga menyebutkan jalur pendakian tertutup material longsor.

Kuswandi yang merasakan gempa di kaki gunung, di Sembalun Lawang bergerak naik untuk membantu usaha penyelamatan pada Senin pagi dan melihat ratusan orang berhasil naik dari danau, meninggalkan kawah.

Para pendaki yang sebagian besar rombongan dari Thailand, selain Malaysia, Inggris, Jerman dan Indonesia sendiri dilaporkan dalam keadaan baik, meski sempat kekurangan makan dan minum dan sekarang berada di desa Sembalun.

Sejumlah pendaki masih di kawah

Sampai sekarang diduga masih terdapat beberapa pendaki di kawah.

“Informasi dari pendaki-pendaki yang naik dari danau tadi, ada satu orang sekitar satu kilometer dari danau. Yang jelas dia sudah meninggal. Temannnya dia sudah taruh di dalam tenda. Yang meninggal ini orang Makassar, orang Indonesia. laki-laki,” kata Kuswandi yang menjadi bagian dari tim penyelamatan pemerintah Lombok Timur.

“Juga di danau, empat orang, perempuan, tidak mau naik. Dia diminta dievakuasi menggunakan heli,” tambah Kuswandi asal Lombok yang sudah 15 tahun menjadi pemandu wisata lewat perusahaan guide dan trekking organizer Stuck Rinjani Mountain di Lombok Timur.

Helikopter

Sampai sejauh ini sudah belasan orang dilaporkan meninggal akibat bencana alam ini. Jadi apa yang perlu dilakukan sekarang?

“Seharusnya yah untuk lebih memaksimalkan memberikan fasilitas-fasilitas seperti helikopter untuk mengevakuasi korban atau men drop-in karena kita kalau secara manual kan lebih lambat.

“Tadi ada helikopter yang berputar-putar tetapi dia tidak menuju TKP, mungkin juga alasannya cuaca tadi siang lagi berkabut tebal,” kata Kuswandi yang berencana akan tetap terus membantu penyelamatan korban di sekitar danau.

Sebelumnya dilaporkan, tim gabungan TNI, Polri, SAR, petugas taman nasional, dan para relawan menggelar upaya evakuasi terhadap ratusan pendaki yang terperangkap di Gunung Rinjani.

Presiden Joko Widodo bersama Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi telah mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur untuk memastikan penanganan dampak gempa dapat diselesaikan dengan cepat dan baik.

Menurut BPBD NTB, korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 16 orang.

sumber

hiburan, traveling

Netizen Ini Ungkap Kejanggalan Kisah Pendaki Gunung Raung Hilang yang Ditemukan Meninggal

Netizen Ini Ungkap Kejanggalan Kisah Pendaki Gunung Raung Hilang yang Ditemukan Meninggal

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Sri Juliati

TRIBUNTRAVEL.COM – Pencarian seorang pendaki yang dikabarkan tersesat di Gunung Raung, Jawa Timur, memang sudah berakhir.

Pendaki bernama Zaki Putra Andika (23), ditemukan meninggal di bawah Puncak Tusuk Gigi Gunung Raung, Minggu (4/2/2018) sekitar pukul 12.49 WIB.

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Netizen Ini Ungkap Kejanggalan Kisah Pendaki Gunung Raung Hilang yang Ditemukan Meninggal,

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharam mengatakan, korban ditemukan meninggal di tempat terakhir ia terpisah dengan rekannya.

Jenazah korban pertama kali ditemukan pemandu Gunung Raung yang bergabung dengan tim relawan.

Sebelumnya, mahasiswa asal Lamongan itu dinyatakan hilang sejak Kamis (1/2/2 018) siang pukul 13.15 WIB setelah terpisah dengan rekannya, Mohamad Sholahudin Qoyim (22).

Bersama dengan dua orang rekannya, Sholahudin dan Bayu Alfarizi (19), ketiganya sempat menginap di Basecamp Gunung Raung Dusun Wonorejo, Kalibaru, Banyuwangi, Senin (29/1/2018) sore.

Keesokan harinya, Selasa (30/1/2018) pagi, mereka mendaki dari Pos 1.

Bayu Alfarizi turun bersama pendaki asal Malaysia pada 1 Februari 2018 dan tidak melanjutkan pendakian karena kondisinya lemah.
Zaki dan Sholahudin tetap melanjutkan pendakian ke Puncak Sejati Gunung Raung.

sumber

film, hiburan

Film Hoax: Hoaks Itu Bernama Keluarga

Hoax. FOTO/Istimewa

Hoaks bukan fenomena politik semata; ia adalah kenyataan sosiologis.

tirto.id – Tak mudah mencari kesatuan karakter estetik dari film-film Ifa Isfansyah. Karya-karyanya bervariasi dari genre, tema, dan gaya, sejak masih memproduksi film pendek (MayarAir Mata SurgaHarap Tenang, Ada Ujian!) hingga akhirnya menyutradarai film-film panjang sejak 2009 (Catatan Dodol Calon DokterPesantren Impian9 Summers 10 AutumnPendekar Tongkat Emas, hingga Sang Penari yang melambungkan namanya di jagat perfilman tanah air).

Keleluasaan jelajah penyutradaraan Ifa kembali muncul dalam film Hoax yang dirilis pada 1 Februari 2018 lalu. Sebetulnya Hoax merupakan film lama Ifa dengan judul asli Rumah dan Musim Hujan (One Day When the Rain Falls). Film ini pertama dirilis pada Desember 2012 dalam ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival sebelum mampir ke festival-festival film internasional.

Mengenai penggantian judul tersebut, produser eksekutif HB Haveen menyatakan kepada Antara: “Saat proses editing, saya melihat film ini lebih pas dengan judul Hoax.”

Mulanya, saya mengira Ifa bakal mengikuti jejak Nayato Fio Nuala hanya karena tampilan poster Hoax yang mirip film-film horor-mistis. Untungnya saya keliru sebab Ifa memang tidak jadi layaknya Nayato. Poster terbaru Hoax adalah gimmick semata yang nampaknya dibuat untuk menegaskan sikap bahwa hoaks merupakan ancaman yang lebih mengerikan daripada setan-setan penguasa kuburan.

Film Hoax menuturkan kisah tentang tiga orang anak dari sebuah keluarga di Yogyakarta: Raga (Tora Sudiro), Ragil (Vino G. Bastian), dan Adek (Tara Basro). Kedua orangtua mereka (Landung Simatupang & Jajang C. Noer) sudah berpisah dan memutuskan tidak tinggal serumah.

Pada suatu malam di bulan Ramadhan, ketiganya berkumpul di rumah sang ayah untuk buka puasa bersama. Setelah jamuan yang hangat sekaligus canggung, masing-masing berpamitan—kecuali Ragil yang memang tinggal bersama sang ayah. Di sinilah, kisah yang sesungguhnya mulai bergulir.

Konflik babak pertama menyoroti Adek yang di tengah perjalanan pulang diperkosa orang tak dikenal. Sesampainya di rumah, Adek kembali mendapati teror yang berbau mistis. Berkali-kali Adek dibingungkan oleh kehadiran sang bunda, yang ia tidak tahu apakah itu ibunya betulan atau tidak.

Masalah selanjutnya menimpa Ragil. Sang ayah selalu menyinggung kapan Ragil punya pasangan. Sebetulnya, Ragil ingin mengatakan bahwa ia sudah punya pasangan. Namun, Ragil tak yakin mengingat pasangannya adalah seorang laki-laki.

 

Kemudian Raga. Boleh dibilang malam itu berjalan lancar untuknya. Namun, semua perlahan hancur saat Raga ejakulasi tanpa pengaman ketika berhubungan badan bersama pacarnya, Sukma. Setelah diserang ketakutan akan kehamilan yang tak dikehendaki, mantan kekasih Raga tiba-tiba datang mengetuk pintu rumahnya.

Lingkungan Terdekat Memaksa Kita Jadi Hoaks

Hoax, atau hoaks—kata ini begitu populer sebagai kosakata politik beberapa tahun belakangan, seiring munculnya berita-berita bohong yang mempengaruhi hasil Pemilu di berbagai belahan dunia. Kita diajak percaya bahwa hoaks (yang bahan dasarnya adalah kebohongan dan misrepresentasi atas fakta) merupakan fenomena jahat yang sebaiknya disingkirkan dari kehidupan sosial dan proses-proses politik. Namun, adakah politik yang penuh keterusterangan? Lebih jauh lagi, adakah kehidupan sosial yang serba transparan?

Di titik inilah, melalui segala kontras dan ironi dalam Hoax, Ifa Isfansyah memperlebar bahasan hoaks, dari sekadar fenomena politik menjadi kenyataan sosiologis, yang tanpanya keluarga (dan masyarakat) akan sulit bertahan.

Di awal cerita, Hoax memperlihatkan suasana hangat-hangat canggung di rumah. Ragil, Adek, Raga, dan ayah saling bertukar cerita dan membayar rindu, seolah dunia di luar sana baik-baik saja. Padahal, masing-masing dari mereka menyimpan masalah dan rahasia.

Begitu narasi bergulir, Hoax memperlihatkan ironi antara pengalaman-pengalaman personal Raga, Ragil, dan Adek di luar rumah dengan situasi percakapan ideal dalam sebuah keluarga—yang bagaimanapun, dalam imajinasi keluarga batin di masyarakat kita, tidak nampak ideal karena perceraian orangtua.

Pemerkosaan yang terjadi pada Adek, mantan pacar Raga yang sering dipukuli suami dan diusir lantaran menolak memakai jilbab, hubungan beda agama antara Raga dan pacarnya, serta percintaan sesama jenis Ragil adalah pengalaman riil yang kerap sulit dibicarakan di meja makan bersama anggota keluarga lainnya, entah karena (asumsi) perbedaan nilai, rasa enggan menyinggung hal-hal sensitif, keinginan menjaga perasaan orangtua, atau takut melanggar sopan santun.

Walhasil, ruang lingkup keluarga (yang dihadirkan Ifa dengan jamuan makan malam) bisa jadi merupakan panggung sandiwara di mana tiap orang berpura-pura menjalani kehidupan yang normal dan aman, karir yang lancar, dan relasi heteroseksual. Dus, keluarga adalah hoaks dan produsen kepalsuan itu sendiri.

Kita sebagai penonton mendapat privilese untuk mengintip kisah masing-masing karakter, tapi tiap karakter (yang dihubungkan oleh pertalian darah) tak tahu apa yang terjadi pada satu sama lain. Rasanya seperti menonton film-film detektif lawas. Kita tahu pembunuhan telah terjadi dan sebuah penyelidikan tengah berlangsung. Namun, pengetahuan yang sempurna tentang pelaku tak dimiliki detektif. Begitu pula si pembunuh, yang belum tentu paham bagaimana proses penyelidikan akan berlangsung dan mengarahkan bukti-bukti kepada dirinya.

Hoaks bernama keluarga itu makin sempurna ketika semua kembali berkumpul untuk sahur dengan air muka yang tenang, bahkan cengar-cengir, kendati teror, perkosaan, dan realitas pahit masyarakat lainnya baru saja dialami masing-masing anak. Penonton dihadapkan pada sebuah kontras antara perilaku anggota keluarga di dalam rumah dan di luar rumah.

Namun, tak seperti film detektif: tak ada masalah yang terpecahkan dalam Hoax, karena memang dasarnya masalah itu tak dibicarakan.

Baca juga artikel terkait FILM INDONESIA atau tulisan menarik lainnya M Faisal Reza Irfan

(tirto.id – Film)

Reporter: M Faisal Reza Irfan
Penulis: M Faisal Reza Irfan
Editor: Windu Jusuf